Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Masturbasi yang Kelewat Sering Bisa Berbahaya

Apa sih Masturbasi dan Onani itu?

Istilah Masturbasi sendiri berasal dari kata "masturbasi" Yang dalam bahasa Latin artinya mencemari diri sendiri. Kadang-kadang kita juga menyebut istilah lain yang masih menunjuk pada perbuatan yang sama, yaitu onani.
Masturbasi adalah perilaku merangsang diri sendiri untuk memperoleh kenikmatan seksual. Masturbasi biasa dilakukan, khususnya oleh remaja baik laki-laki maupun perempuan. Namun demikian menurut penelitian, laki-laki lebih banyak melakukan masturbasi dari pada perempuan.

Bahaya ga ya?


Dilihat dari sisi medis ternyata selama dilakukan dengan higienis, artinya dengan tangan yang bersih, masturbasi tidak berbahaya. Yang seringkali membuat celaka adalah bila masturbasi dilakukan dengan menggunakan alat. Walaupun alat yang digunakan untuk masturbasi tidak bisa pecah, bukan berarti kita langsung terbebas dari risiko. Lecet, luka dan infeksi akibat iritasi tetap mengintai. Apalagi, kalau alat tersebut tidak terjaga kebersihannya. Selain itu, tukar-menukar sarana masturbasi dengan orang lain akan sama risikonya dengan bertukar-tukar pasangan dalam hubungan seksual.


Namun, memang ada sisi buruk dari masturbasi, terutama bila dikaitkan dengan "keterampilan" untuk berhubungan seks dengan pasangan wanitanya. Masturbasi bagi pria cenderung dilakukan dengan cepat karena ingin segera selesai (mungkin juga karena takut ketahuan). HaI ini bertolak belakang dengan hubungan seks, di mana pria harus memperhatikan keinginan dan kepuasan pasangannya. Sedangkan wanita yang sering melakukan masturbasi dikhawatirkan akan kesulitan menyesuaikan diri ketika berhubungan seks setelah ia menikah. Masturbasi bagi wanita cenderung dipusatkan pada perangsangan klitoris, padahal dalam berhubungan seks, vagina lebih berperan.


Mitos...

Mitos yang mengatakan bahwa, masturbasi berbahaya karena membuat dengkul menjadi kopong, ternyata tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Hanya saja, perlu diingat bahwa masturbasi, seperti juga hubungan seks, merupakan hal yang memakan tenaga. Sehingga kalau kita melakukannya terlalu sering, akibatnya kita bisa merasa , kecapaiaan dan lemas.

Ada lagi mitos yang mengatakan bahwa sering masturbasi dapat menimbulkan kemandulan. Sering masturbasi, yang berarti mengeluarkan air mani. memang dapat mempengaruhi kadar sperma dalam air mani, padahal jumlah , sperma yang cukup sangat diperlukan untuk membuahi sel telur. Namun, tidak berarti remaja cowok yang sering melakukan masturbasi, kelak setelah menikah akan terganggu kesuburannya. Dengan catatan selama kebiasaan ini tidak berlanjut hingga menikah, ia akan baik-baik saja.

Apa yang harus kita lakukan? Kiat-kiat untuk mengurangi masturbasi atau onani, yang pertama dan utama adalah tekad bulat. Hal lainnya, cari berbagai trik untuk ngerem diri, yang paling bagus jelas berusaha menjauhkan diri dari hal-hal yang merangsang libido. Selain itu beberapa cara dibawah ini juga bisa dicoba, antara lain:

1. Kenali kemudian hindari hal-hal apa yang membuat, kita terangsang: gambar erotis, melamun sendirian di kamar tidur, atau berlama-lama di kamar mandi.
2. Cari kesibukan: ikut kegiatan remaja, olah raga atau ngobrol dengan anggota keluarga lain.
3. Minum minuman bersoda. Minuman bersoda memang kurang baik untuk kesehatan, tetapi untuk kasus keranjingan masturbasi, keburukan minuman bersoda ini malah bisa dijadikan salah satu alat terapi. Kalau nafsu sudah sampai ke ubun-ubun, bela-belain deh minum-minuman mengandung soda. Nggak lama badan pasti bakal lemes, kan jadi males tuh ngelakuin masturbasi.
4. Baca komik lucu. Komik yang lucu itu selain bisa membantu menghabiskan energi yang berlebih (kalo kita ketawa energi itu jadi keluar), juga membantu melemaskan saraf-saraf yang tegang.


Walaupun masturbasi tidak berbahaya, kita harus ingat, jangan sampai kita yang dikendalikan oleh dorongan seks. Kitalah yang harus bisa mengendalikan dorongan seks. Percaya deh, hubungan seks dengan pasangan yang kita cintai dan mencitai kita, dalam situasi pernikahan yang dilandasi komitmen yang kuat akan jauh lebih membahagiakan. Makanya, lebih baik menunggu, kan?

Berapa kali masturbasi yang normal dilakukan? Umumnya jumlah masturbasi yang dianggap normal dilakukan 2-3 kali dalam seminggu atau 12 kali dalam sebulan. Jika lebih dari itu bisa berbahaya.

Masturbasi dengan jumlah normal seperti itu atau 12 kali dalam sebulan juga bisa mencegah kanker prostat. Melakukan masturbasi dengan jumlah normal bisa mengeluarkan zat-zat karsinogenik yang bisa membahayakan kelenjar prostat pria.

Masturbasi adalah kegiatan seksual yang normal dan sehat. Namun jika dilakukan secara berlebihan tentu saja bisa menimbulkan bahaya bagi diri orang tersebut.

Orang yang melakukan masturbasi terlalu sering bisa menyebabkan ketidakseimbangan dalam hal psikologis dan fisiologis. Frekuensi masrturbasi yang dilakukan tergantung dari usia hidupnya. Orang yang berusia 16 tahun pasti akan melakukan masturbasi lebih sering dibandingkan orang yang sudah berusia 40 tahun.


Saat sedang masturbasi maka suhu internal tubuh akan meningkat, sehingga suhu dalam tubuh akan lebih tinggi dibandingkan suhu luar. Karenanya seseorang akan merasa lebih panas atau kadang-kadang berkeringat setelah melakukan masturbasi.


Seringnya melakukan masturbasi akan merangsang fungsi saraf parasimpatik yang memproduksi hormon seks seperti asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidaknormalan tingginya hormon seks ini menyebabkan otak dan kelenjar adrenal menghasilkan performa yang berlebihan dalam mengkonversi dopamin-norepinefrin-epinefrin. Dengan begitu terjadi perubahan besar zat-zat kimia di dalam tubuh.

Masalah tidak akan muncul jika terjadi keseimbangan. Tapi jika terjadi ketidakseimbangan zat dalam tubuh maka ada kemungkinan beberapa gejala bisa saja muncul. Hal ini karena masturbasi terjadi secara berulang-ulang.

Seperti dikutip dari Steadyhealth, Jumat (12/3/2010) menunjukkan bahwa ada orang-orang yang selama masturbasi mengalami beberapa masalah dengan konsentrasi dan memori, hal ini kemungkinan akibat kelebihan asetilkolin. Selain itu terlalu sering masturbasi juga bisa mengeringkan saraf motorik, saraf otot-akhiran dan jaringan asetilkolin.

Gejala yang muncul jika terlalu sering melakukan masturbasi atau sering disebut kelelahan seksual yaitu gangguan fungsi sistem saraf termasuk impotensi dan disfungsi ereksi serta kebocoran mani. Hal ini menyebabkan sperma atau cairan keluar dari penis tanpa adanya ereksi yang menyertai. Hal tersebut tentu saja bisa menimbulkan masalah psikologis.

Kebocoran mani adalah suatu tanda yang menunjukkan adanya gangguan pada saraf parasimpatik yang menjaga katup ejakulasi agar tetap tertutup dan mengatur ereksi, saraf ini bisa melemah jika terlalu sering melakukan masturbasi. Dengan melemahnya saraf tersebut, maka tentu saja akan menjadi masalah pada ereksinya. Selain itu, masturbasi ini umumnya menimbulkan rasa ketagihan atau kecanduan.

Masturbasi dianggap bermasalah jika membuat kualitas hidup dari orang tersebut menurun seperti mempengaruhi pekerjaan, sekolah atau kehidupan sosialnya.

Peneliti mengatakan silakan saja melakukan masturbasi asalkan takarannya tidak berlebihan.


http://eruelbeliever.blogspot.com/2012/08/masturbasi-yang-kelewat-sering-bisa.html
readmore »»  

Pasangan Anda Kecanduan Seks? Inilah 10 Tandanya!

Jakarta, Pria dikenal mudah terangsang dan memikirkan hal-hal berbau seks namun apa bedanya pria biasa dengan pria yang kecanduan seks? Bagaimana Anda bisa tahu pasangan memiliki kelainan itu atau tidak?

Pada dasarnya untuk menentukan apakah seorang pria kecanduan seks atau tidak bisa dibilang sangat sulit. Namun dengan persepsi seperti itu, mungkin para wanita akan semakin kesulitan untuk membedakan pria normal dan tidak.

Kecenderungan untuk kecanduan seks ini bisa diwujudkan dalam berbagai cara seperti banyak nonton film pornografi di internet, masturbasi berlebihan, sering melakukan phone sex dengan orang yang tak dikenal (jika belum punya pasangan), sering berkunjung ke kawasan prostitusi atau panti pijat plus-plus dan cenderung berselingkuh.

"Saat stres, pria normal bisa saja melakukan hal lain untuk mengatasinya seperti olahraga, menelepon teman atau menonton TV. Namun seorang pecandu seks bergantung pada seks untuk melepaskan stresnya dan menstabilkan kembali mood-nya," terang Lisa Paz, Ph.D, seorang terapis pernikahan yang berbasis di Miami.

Agar Anda tak terus-terusan khawatir, simak 10 tanda yang menunjukkan pria Anda mengalami kecanduan seks seperti dikutip dari lifescript, Senin (6/8/2012) berikut ini.

1. Si dia 'lengket' dengan komputer

Di masa lalu, pria tidak terlalu banyak mendapatkan media visual untuk melampiaskan keinginan seksualnya, hanya ada video dan majalah.

Dengan masuknya internet dan banyaknya porno online gratis yang tersebar di dalamnya maka 'kebutuhan' para pecandu seks ini bisa terus terpenuhi, kata Robert Weiss, LCSW, pendiri dan direktur Sexual Recovery Institute yang berbasis di Los Angeles.

Jika pasangan menghabiskan waktu berjam-jam untuk online di dalam kamar dan pintunya ditutup serta memberikan banyak alasan yang samar-samar maka bisa jadi ada sesuatu yang disembunyikannya.

"Pecandu seks menonton porno 3-4 jam sehari, 4-5 hari perminggu. Mereka pun kehilangan waktu untuk berekreasi, berkumpul bersama keluarga atau aktivitas lain," terang Weiss.

Kombinasi antara pilihan porno yang tak terbatas di internet dan gairah seksual yang berlebihan membuat pecandu tak bisa beranjak dari depan komputer.

"Hal ini semacam perburuan tanpa henti demi mendapatkan hal menarik lainnya dan sifatnya sangat adiktif," lanjutnya.

2. Koleksi pornonya tak terhitung

Jika Anda menemukan majalah dewasa di kamar mandi atau DVD porno tak berarti pasangan Anda seorang pecandu seks. Hal itu masih terbilang wajar.

Kondisinya baru bisa dibilang gawat jika video porno yang Anda temukan tergolong hardcore (terutama bagi Anda) atau tumpukan koleksi DVD-nya hampir sama dengan koleksi buku di perpustakaan, tandas Weiss.

Jika si dia mengaku tumpukan itu hanyalah satu-satunya rahasia seksualnya dan ternyata Anda tahu dia berbohong karena masih banyak lagi hal yang dia lakukan seperti chatting, phone sex atau SMS mesum maka Anda perlu khawatir.

3. Si dia selalu merusak rencana atau serba terlambat

Kecanduan seks bisa mengakibatkan munculnya pola yang merusak komitmen suatu hubungan.

"Sebagian dari dirinya tahu lebih baik jika mereka melakukan hal lain dan itu adalah bagian yang kompulsif," terang terapis hubungan dari Manhattan, Michael Batshaw, LCSW.

4. Mendengar kalimat 'tidak malam ini' membuatnya gusar

Tak ada satu orang pun yang suka ditolak dan Anda tak membutuhkan seorang psikolog untuk mengetahui bahwa sebagian besar pria akan lebih bahagia dan lebih rileks setelah bercinta. Bahkan bisa dipahami jika si dia sedikit gusar karena Anda dan pasangan tidak bercinta selama beberapa waktu.

Namun seorang pecandu seks tentu sangat ketagihan dengan seks, sama halnya perokok yang tak bisa jauh-jauh dari rokoknya dan menjadi mudah marah jika permintaannya untuk bercinta tidak dipenuhi.

"Tanpa seks, pecandu akan terlihat sangat gelisah seperti halnya dia sakit dan butuh obat untuk meredakannya. Namun hal ini juga bergantung pada seberapa besar kecanduannya," kata Paz.

5. Si dia bertingkah seperti sutradara atau tengah membintangi sebuah film porno

Sejumlah pecandu seringkali mendadak ingin bercinta dengan pasangannya sepanjang waktu namun ketika mereka mendapatkannya, koneksi emosional diantara keduanya hilang.

"Tak ada lagi cinta di dalamnya, yang ada hanya 'pelepasan'," catat Batshaw.

Tanda lainnya yang perlu dicatat adalah si dia suka minta yang aneh-aneh saat bercinta.

"Mereka cenderung bersikeras agar permintaannya terpenuhi padahal tak semua pasangan sepakat untuk sering-sering mencoba hal baru seperti posisi seks baru," ujar Paz.

Sama dengan kecanduan lainnya, pecandu seks akan terlihat meningkatkan frekuensi bercintanya untuk memenuhi hasratnya. Anda tak perlu ragu karena hal ini sangat alami.

Pecandu juga cenderung bosan dengan seks konvensional dan tidak terangsang lagi saat melihat atau melakukannya. Pria semacam ini butuh terdorong untuk bercinta seperti halnya video yang baru saja dilihatnya dan seks seperti ini biasanya menggunakan metode yang sedikit menyimpang.

6. Tak lagi memiliki ketertarikan seksual kepada Anda

Jika pasangan telah mendapatkan pemenuhan kebutuhan seksnya di tempat lain, entah itu lewat porno atau aktivitas seksual dengan orang lain, dia mungkin juga akan kehilangan ketertarikan seksualnya pada Anda.

Mungkin bisa juga kecanduannya dilampiaskan pada Anda tapi seringkali dia tak bisa menyelesaikannya atau mencapai klimaks.

"Jika tiba-tiba si dia tak mampu atau kesulitan mencapai klimaks ketika melakukan seks rutin dengan Anda, bisa jadi itu adalah tanda dia tak lagi peka terhadap seks sehat yang selama ini dilakukannya dengan Anda," terang Paz.

Bahkan bagi beberapa pecandu seks, hubungan seksual bukanlah poin utamanya. Selain itu, pecandu seks seringkali merasa sangat malu setelah rampung bercinta. Salah satunya dengan mengatakan, "Mengapa mereka harus melakukan seks semacam itu?"

7. Anda menemukan aktivitas finansial yang mencurigakan

Tabungan Anda di bank berkurang, tagihan kredit yang tak lazim atau kartu-kartu yang tak pernah Anda tahu keberadaannya merupakan pertanda ada sesuatu yang salah.

Menurut Sexual Recovery Institute, sekitar 60 pecandu seks mengalami masalah finansial karena menghabiskan banyak uang untuk memenuhi 'kebutuhannya'.

Jangan abaikan tagihan-tagihan tertentu, terutama yang tak lazim Anda ketahui meskipun tampaknya biasa-biasa saja, saran Paz.

"Banyak situs porno, layanan phone sex dan prostitusi yang tidak mencantumkan nama-nama seperti Boobs R Us, justru mereka biasanya terdaftar dengan nama perusahaan yang 'tampaknya' kredibel," tambahnya.

8. Kecanduannya tak cuma satu

Beberapa studi menunjukkan bahwa pecandu seks seringkali memiliki kecanduan terhadap hal lain.

Banyak organisasi, termasuk Sexual Recovery Institute memperkirakan 83 persen pecandu juga menyalahgunakan obat-obatan, mengalami gangguan makan, belanja berlebihan atau bahkan suka berjudi.

"Hal ini berarti kompulsitivitas merupakan bagian dari kepribadiannya sekarang dan dia ingin kebutuhannya terpenuhi dengan berbagai cara," kata Batshaw.

9. Si dia tak bisa beranjak dari masa lalunya

Cobalah gali sedikit tentang latar belakang keluarganya. Cari tahu bagaimana kehidupannya di masa kecil. Biasanya pecandu seks berasal dari keluarga yang setidaknya satu diantaranya memiliki kecenderungan tersebut.

Plus, tanyakan apakah orangtuanya tertutup atau terbuka dalam hal seks. Hal ini karena pecandu seks tumbuh dalam keluarga yang perilaku seksnya agak kurang sehat misal terlalu dibatasi atau banyak tabu.

Dalam banyak kasus, kekerasan dan pelecehan seksual, baik secara fisik maupun emosional di masa kecil juga bisa berpengaruh.

Tak hanya itu, kecanduan seks bisa tumbuh ketika anak-anak takut atau gagal menghadapi tekanan dari orangtuanya, misalnya terkait pendidikan.

"Kecandungan juga merupakan respon terhadap rasa malu. Sejumlah remaja minum minuman keras atau menghisap ganja untuk meredakan stres karena performa akademisnya dianggap tak cukup bagus, remaja lain juga mengatasinya dengan masturbasi," terang Batshaw.

Namun bagaimana masturbasi bisa berkembang menjadi kecanduan seks?

"Masturbasi kompulsif bisa dimulai dari seorang anak yang sangat terkontrol namun memiliki tingkat kegelisahan yang sangat tinggi sehingga ketika memasuki masa puber, cara utama untuk mengurangi kegelisahan itu adalah dengan masturbasi," lanjutnya.

Apalagi jika seseorang memasuki usia dimana mereka bisa memainkan fantasinya maka mereka akan menerjemahkannya dengan aksi-aksi seksual yang kompulsif, katanya.

10. Hati kecil Anda menyalakan alarm

Jika hati kecil mengatakan bahwa pasangan Anda memiliki masalah seksual, entah itu kecanduan video porno atau selingkuh, jangan bersikap pasif dengan berusaha memaafkannya atau membuat rasionalisasi.

"Para wanita akan terlihat seperti orang gila. Si pria pun mencoba mencari alasan dengan mengatakan 'Kenapa kamu begitu cemburu?' 'Kenapa kamu selalu curiga?' 'Kenapa kamu mengikutiku terus?'," kata Weiss.

Poinnya adalah jangan merasa ada yang salah dengan Anda karena meragukannya.

"Jika pada akhirnya nanti aksi pasangan terbongkar semua, baru Anda akan berkata, 'Ya Tuhan, ternyata selama ini aku benar!'," pungkasnya.

http://health.detik.com/read/2012/08/06/200022/1984659/763/pasangan-anda-kecanduan-seks-cek-dulu-disini?l1101755hl
readmore »»  

Umur Pria Cenderung Lebih Pendek Karena Rela Mati Demi Seks


Jakarta, Para peneliti telah lama mengetahui bahwa usia hidup wanita rata-rata lebih lama dibanding para pria. Ternyata, salah satu alasannya adalah karena para pria rela mati demi seks.

Angka kematian yang lebih tinggi pada pria dimotivasi oleh persaingan untuk mendapat pasangan kawin.

Seorang peneliti dari University of Michigan bernama Daniel Kruger menjelaskan bahwa rendahnya angka harapan hidup pria bisa disebabkan karena seks.

Wanita lebih banyak berinvestasi dan menahan diri dalam urusan reproduksi sehingga pria kemudian cenderung bersaing dengan pria lain untuk mendapat pasangan kawin dan mencoba membuat dirinya terlihat menarik di mata wanita.

"Kompetisi ini mengarah pada strategi yang berisiko bagi pria dan mengakibatkan tingginya angka kematian. Jika persaingan untuk mendapat pasangan kawin bertanggung jawab atas kematian pria, maka semakin banyak persaingan untuk mendapat pasangan kawin, maka angka kematian pria cenderung makin tinggi," kata Kruger, asister profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat University of Michigan seperti dilansir Phys.org, Jumat (3/8/2012).

Dalam penelitian, Kruger menunjukkan bahwa ada 2 faktor yang mempengaruhi tingkat persaingan pada pria yang berkontribusi terhadap tingginya tingkat pengambilan risiko dan kematian.

Faktor pertama adalah poligami, yaitu situasi sosial di mana seorang pria mempertahankan hubungan seksual dengan banyak wanita.

Beberapa spesies primata banyak melakukan poligami, yaitu 1 ekor jantan dominan mengawini sebagian besar betina dalam kelompok dan pejantan lainnya ditinggalkan.

Budaya manusia memiliki berbagai jenis poligami. Kruger menemukan bahwa semakin banyak poligami, maka semakin tinggi pula tingkat kematian pria.

Dalam budaya poligami, pria akan mendapat keuntungan besar jika menjadi dominan, salah satunya mendapatkan banyak pasangan kawin. Pria yang tidak dominan tidak dapat memilih pasangan atau bahkan tidak mendapat pasangan kawin yang tersisa.

Faktor kedua adalah tingkat kesenjangan ekonomi. Dalam pemilihan pasangan, pria dinilai dari sebanyak apa investasi terhadap sumber daya yang dimiliki. Investasi ini akan membawa manfaat untuk keturunannya. Makin lebar kesenjangan antara si kaya dan si miskin, makin besar kemungkinan peningkatan tingkat kematian pria.

Seorang pria yang memiliki sumber daya seperti uang, rumah dan keamanan finansial lebih besar kemungkinannya menemukan pasangan seksual.

Dalam kedua kasus tersebut, ada kesenjangan antara puncak dan bawah, antara pria yang dominan atau paling kaya dengan pria paling tidak dominan atau miskin.

"Kehilangan posisi dalam masyarakat pelaku poligami atau memiliki kondisi ekonomi yang lemah artinya kehilangan hampir semua kesempatan untuk menemukan pasangan seksual. Terlebih lagi, 2 faktor ini berkaitan karena orang yang mendapat bagian terbesar dari kekayaan ekonomi seringkali hampir sama artinya dengan menjadi pejantan yang dominan," kata Kruger.

Dalam persaingan di mana sang pemenang mendapatkan semuanya, sedikit sekali pria yang mau mengalah dan akan berusaha mempertaruhkan segalanya untuk bisa sampai ke puncak.

Namun dalam masyarakat yang lebih mendukung monogami, maka sikap mau ambil risiko ini tak akan menjadi begitu ekstrim. Akibatnya, tingkat kematian pria tak akan setinggi di masyarakat poligami.


http://health.detik.com/read/2012/08/03/193049/1982888/763/umur-pria-cenderung-lebih-pendek-karena-rela-mati-demi-seks?991104topnews
readmore »»  

Bahaya yang Mengintai Jika Kita Keseringan Ngupil

Bagi beberapa orang mengupil adalah salah satu kegiatan yang sangat mengasyikkan dan juga menyenangkan. Tapi mengupil terlalu sering ternyata bisa sangat berbahaya bagi kesehatan dan tubuh seseorang.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti dari Wisconsin dengan melibatkan 200 partisipan, diketahui bahwa rata-rata seseorang mengupil sebanyak 4 kali sehari yang dilakukan saat sedang senggang atau ketika sedang santai.


Mengupil adalah kegiatan yang positif karena membantu membersihkan hidung dari kotoran atau benda asing yang masuk dan menempel pada hidung dengan menggunakan jari. Meskipun kegiatan yang umum, tapi bagi budaya tertentu cenderung tabu karena bisa menimbulkan perasaan jijik dan geli bagi orang lain yang melihatnya.

Upil yang ada di lubang hidung ini sebenarnya terbentuk dari lendir yang mengering. Membran mukosa di rongga hidung akan terus menerus menghasilkan lendir basah yang berfungsi menghilangkan debu dan juga benda-benda asing lainnya yang masuk ke hidung. Lendir yang mengering ini akan menyebabkan sensasi iritasi yang kadang menimbulkan rasa gatal dan memicu orang untuk mengupil.

Seperti dikutip dari eHow, ada beberapa alasan yang seringkali membuat seseorang harus mengupil.

Sedang bengong atau memikirkan sesuatu
Penyebab paling umum orang mengupil terjadi ketika seseorang sedang tidak memikirkan apa-apa, bingung atau bosan. Tindakan ini hampir sama dengan kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempol, karenanya tak jarang orang tanpa sadar melakukannya di depan umum.

Menghilangkan iritasi
Hidung memiliki kecenderungan menjadi kering dan teriritasi oleh hal-hal seperti alergi, bahan kimia dan polusi udara. Saat hidung mengalami iritasi, maka akan timbul rasa gatal dan keinginan untuk menggaruk melalui cara mengupil.

Untuk menghilangkan sekresi hidung
Ketika sedang pilek, infeksi sinus dan alergi bisa menyebabkan sekresi hidung atau lendir meningkat. Sekresi ini seiring waktu akan mengering yang membuat seseorang sulit bernapas. Karenanya seseorang akan mengupil untuk membuat napasnya lega dan menghilangkan penumpukan lendir.

Gangguan obsesif-kompulsif
Salah satu tanda gangguan obsesif kompulsif adalah suka mengupil yang disebut dengan rhinotillexomania. Mengupil dilakukan untuk meringankan perasaan-perasaan negatif yang mengganggu pikirannya, karenanya seringkali ia mengupil di depan umum dan tidak melihat kondisi di sekitarnya. Orang dengan gangguan ini membutuhkan bantuan medis atau psikolog.

Satu hal yang pasti adalah selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengupil, memotong kuku dan jangan menarik upil terlalu keras agar tidak melukai lapisan di dalam hidung.

Tapi jika seseorang terlalu sering mengupil bisa menyebabkan hidung menjadi kering yang dapat memicu perdarahan. Hal ini karena secara alami hidung tetap membutuhkan pelumas setiap saat untuk mencegahnya dari kekeringan.

Sedangkan jika seseorang jarang mengupil, maka lendir yang bercampur dengan kotoran tersebut akan semakin mengeras yang menghambat pernapasan (sulit bernapas) serta membuat hidung tidak lagi bisa efektif menyaring benda-benda asing dari luar.

Akibat keseringan mengupil adalah:

1. Mudah terkena flu
Virus flu bisa melewati selaput lendir yang salah satunya terdapat di dalam hidung. Memasukkan jari-jari yang terkontaminasi virus ini ke dalam hidung bisa menyebabkan seseorang terkena flu yang disebabkan oleh diri sendiri. Dalam beberapa hari ke depan, seseorang bisa saja mengalami flu, tenggorokan gatal dan serangan bersin-bersin.

2. Mimisan
Jika terlalu sering mengupil atau mengupil dengan keras bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan di hidung yang berfungsi melindungi tubuh dari bakteri dan benda-benda asing di udara, sehingga memicu terjadinya mimisan.

3. Infeksi
Selain infeksi virus flu, terlalu sering mengupil menyebabkan kuman dan bakteri lebih mudah masuk ke hidung dan menyebar ke bagian tubuh lain.

4. Merontokkan rambut hidung
Ketika mengupil secara konsisten dna terus menerus akan menyebabkan rambut hidung rontok. Padahal rambut ini memiliki fungsi penting untuk menyaring debu dan polutan di udara. Tanpa rambut hidung akan membuka jalan bagi semua jenis penyakit dan infeksi masuk ke dalam tubuh.

5. Bisa meninggal
Kondisi ini bisa terjadi jika seseorang berusaha mengeluarkan upil yang besar. Karena di dalam hidung ada tulang yang disebut tulang ethmoid, tulang ini memisahkan hidung dari otak. Jika saat mengupil seseorang menusuk tulang ini, maka cairan di otak bisa bocor yang menyebabkan meningitis.

http://eruelbeliever.blogspot.com/2012/08/bahaya-yang-mengintai-jika-kita.html
readmore »»  

10 Cara Menghilangkan Kebiasaan Onani/Masturbasi


Sering melakukan Onani / Masturbasi banyak dampak buruk dan bahaya Onani buat kesehatan. Banyak tips ampuh menghilangkan kebiasaan onani yang bisa dilakukan bagi pecandu Onani.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Onani/Masturbasi
Walaupun ada Manfaat Masturbasi bagi Wanita, tapi lebih banyak bahaya Onani buat kesehatan. Cobalah menghilangkan kebiasaan onani/masturbasi walaupun kenyataannya cukup susah.
Berikut beberapa cara menghilangkan kebiasaan onani, menghentikan onani, dan menghilangkan keinginan onani yang bisa kamu lakukan.
1. Memiliki tekad yang kuat untuk berhenti
Sama seperti cara menghilangkan kebiasaan buruk yang lain, hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki tekad dan niat yang kuat untuk merubah kebiasaan buruk tersebut. Yakinkan dalam diri kamu kalo kamu ingin menghilangkan kebiasaan onani.
2. Pelajari waktu, tempat dan situasi yang merangsang kamu untuk melakukan onani
- Biasanya waktu yang paling rawan untuk melakukan onani adalah bangun tidur dan saat mau tidur. Sewaktu bangun tidur, semuanya terasa tegang dan sensitif, ang kemudian akan merangsang dan mendorong kita untuk melakukan kebiasaan buruk tersebut.
Sewaktu hendak tidur juga biasanya pikiran kita melayang-layang entah kemana.
- Situasi yang membuat kita terdorong untuk melakukan onani adalah setelah melihat atau membaca sesuatu yang berbau porno, seks, dll.
- Tempat-tempat favorit yang dijadikan lokasi untuk melakukan onani adalah kamar mandi dan kamar tidur. Waspadai ketiga hal diatas..!
3. Hindari sesuatu yang berbau porno
Inilah yang menyebabkan keinginan untuk melakukan onani. Sesuatu yang porno, fulgar dan berbau seks. Hindari semua tontonan dan bacaan yang mengarah pada hal tersebut.
4. Alihkan dengan melakukan kegiatan lain
Menyendiri di dalam kamar terlalu lama dan melamun adalah sebuah kondisi yang rawan bagi yang punya kebiasaan melakukan onani. Carilah kegiatan -kegiatan lain yang lebih bermanfaat daripada hanya menyendiri di dalam kamar.
5. Melakukan olah raga
Ini memang dilematis, di satu sisi olah raga akan membuat badan kita sehat dan prima, penuh vitalitas, serta libido tinggi. Tapi, olah raga cukup efektif untuk menghentikan kebiasaan onani karena tenaga kita sudah tersalurkan dengan berolah raga.
6. Jangan suka menyendiri
Hindari terlalu lama di tempat rawan (kamar tidur dan kamar mandi). Segeralah keluar dari tempat tersebut ketika ada hasrat atau keinginan untuk melakukan onani.
7. Perbanyak berpuasa
Berpuasa artinya menahan diri. Termasuk menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal buruk seperti onani. Sebab, onani akan membatalkan puasa. Dengan berpuasa, berarti kita telah melatih diri untuk menghilangkan kebiasaan onani secara tidak langsung.
8. Buang gambar dan bacaan porno
Singkirkan gambar-ganbar dan bacaan bacaan yang bersifat fulgar dari kamar kamu. Singkirkan foto telanjang, video porno dan sejenisnya dari handphone. Persulit akses kamu menuju hal-hal tersebut.
9. Ganti gambar dengan yang lebih religius
Setelah kamu membuang gambar-gambar telanjang dan artis seksi dari dinding kamar kamu, langkah selanjutnya adalah mengganti gambar gambar tersebut dengan gambar-gambar yang sifatnya lebih religius.
Misalkan dengan menempelkan kaligarafi, gambar mesjid, Bacaan bacaan Al Qur,an (atau sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing) intinya yang bersifat suci dan religius.
Cara ini sangat efektif. Kamu akan merasa malu dan segan untuk melakukan onani kalo kamu melihat gambar-gambar tersebut.
10. Mempertebal keimanan
Perbanyaklah menimba ilmu keagamaan untuk membersihkan hati dan pikiran kamu dari hal-hal negatif yang akan merusak moral dan akhlak. Perbanyaklah melakukan ibadah dan berbuat kebajikan.

http://judexfacti.blogspot.com/2012/07/10-cara-menghilangkan-kebiasaan.html
readmore »»  

Ternyata Uban Pertanda Tubuh Sehat dan Panjang Umur

HENTIKANLAH keluhan tentang adanya uban di antara rambut Anda. Uban bukanlah pertanda bahwa Anda telah mulai menua, jutru sebaliknya, menurut sebuah studi, uban merupakan pertanda bahwa seseorang memiliki tubuh yang sehat.
Beberapa ilmuwan asal Spanyol, yang mempelajari babi hutan, menemukan bahwa memiliki rambut abu-abu dan tampilan agak beruban sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki hidup yang panjang dan sehat. Para ilmuwan tersebut mengatakan uban yang disebabkan tidak adanya melanin menunjukkan kondisi kesehatan yang baik pada babi hutan.
"Seperti rambut manusia, babi hutan juga memiliki rambut beruban di seluruh tubuh mereka," kata mereka. "Tapi kami menemukan bahwa babi yang memiliki rambut beruban memiliki tubuh dalam kondisi prima dan dengan tingkat terendah dari kerusakan oksidatif," katanya. Sementara itu, adanya rambut merah pada babi hutan merupakan pertanda bahwa ia lebih rentan terhadap penyakit, menurut pengamatan yang ditemukan dalam populasi babi hutan.
Menurut laporan penelitian yang juga diterbitkan dalam edisi terbaru jurnal Physiological and Biochemical Zoology, babi hutan liar dengan bulu merah memiliki lebih banyak kerusakan sel daripada babi hutan biasa. Mereka mengatakan produksi pigmen merah akan menggunakan antioksidan yang bisa menghancurkan radikal bebas yang merusak sel. Sedangkan, pada manusia, penelitian telah menemukan bahwa rambut merah dan pigmen merah, ormelanins, terkait dengan tingkat risiko kanker yang lebih tinggi.
"Mengingat bahwa semua vertebrata, termasuk manusia, memiliki melanin di kulit, berupa rambut dan bulu, hasil ini menambah pengetahuan kita saat ini tentang konsekuensi fisiologis pigmentasi," kata pemimpin peneliti Ismael Galvan.(Times of India/Pri/OL-06)
http://eruelbeliever.blogspot.com/2012/07/uban-pertanda-tubuh-sehat-dan-panjang.html
readmore »»  

Cara Alami yang Dilakukan Pasangan Agar Tak Hamil

img
Jakarta, Terjadinya kehamilan dapat dihindari tanpa alat kontrasepsi yaitu dengan menggunakan metode kontrasepsi alami. Setidaknya ada 4 cara yang dilakukan pasangan agar tidak terjadi kehamilan.

Caranya adalah menghindari melakukan hubungan seks ketika wanita sedang ovulasi, yaitu ketika sel telur tersedia untuk dibuahi oleh sperma. Ada juga cara di mana pria tidak mengeluarkan spermanya di dalam vagina wanita.

Berikut 4 metode kontrasepsi alami yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kehamilan, seperti dilansir dari onlymyhealth, Kamis (19/7/2012) yaitu:

1. Metode kalender

Dengan menggunakan metode ini, periode ovulasi wanita dikalkulasikan berdasarkan 12 periode menstruasi sebelumnya. Hal ini dapat menjadi patokan untuk menentukan hari pertama dan hari terakhir dari kesuburan wanita.

Metode kontrasepsi alami dengan menerapkan sistem kalender adalah dengan cara mengurangi 18 hari dari masa menstruasi terpendek dan 11 hari dari periode menstruasi terpanjang dalam 12 siklus terakhir menstruasi yang masing-masing merupakan hari subur pertama dan terakhir.

Dengan cara ini Anda akan mendapatkan gambaran tentang hari dimana tubuh berovulasi. Hindari melakukan hubungan seks pada masa itu agar terhindar dari kehamilan yang tidak direncanakan. Efektivitas dari metode ini adalah sekitar 80 persen.

2. Metode suhu basal tubuh

Suhu basal tubuh wanita ketika sedang dalam masa ovulasi berbeda dengan suhu tubuh Anda sehari-hari. Ketika ovulasi, tubuh mengalami pergeseran suhu basal tubuh hingga 0,05 derajat.

Metode kontrasepsi ini mengharuskan Anda mengukur suhu tubuh terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan seks. Tetapi metode ini tidak memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena tidak mudah mengukur suhu tubuh dengan tepat.

3. Coitus interruptus (Sanggama terputus)

Coitus interruptus adalah metode kontrasepsi alami yang sangat bergantung pada kemampuan laki-laki dan kewaspadaannya. Metode ini mengharuskan pria mengeluarkan penisnya dari vagina wanita sebelum ejakulasi air mani.

Ini merupakan kontrasepsi alami yang paling sederhana tetapi pria harus berkompromi terhadap kenikmatan seksualnya karena banyak yang merasa tidak maksimal nikmatnya dengan melakukan ini. Selain itu, keberhasilan metode ini hanya sekitar 65 persen.

Hal ini berarti sekitar 35 persen wanita mungkin masih dapat hamil setelah menggunakan metode ini. Metode ini benar-benar memerlukan ketepatan waktu bagi pria untuk menarik penisnya.

4. Metode lendir serviks

Dalam metode kontrasepsi ini, sebelumnya tingkat dan volume lendir serviks diukur dalam kaitannya dengan ovulasi. Lendir serviks dapat diperiksa dengan jari pada vagina Anda untuk mengidentifikasi hari-hari kering dan basah.

Ketika sedang subur, vagina wanita akan basah oleh lendir serviks selama berhari-hari. Metode ini tergantung pada pengamatan perubahan konsistensi dan volume lendir serviks terkait dengan ovulasi.

Ada 10 hari basah dalam siklus 28 hari menstruasi. Hari basah mulai dengan 2 sampai 3 hari ditandai dengan lendir putih yang lengket, diikuti oleh 3 sampai 5 hari lendir berlimpah dan licin.

Tahap terakhir adalah ketika ada lendir lengket selama 3 hari, setelah masa subur berakhir. Tingkat keberhasilan menggunakan metode ini adalah sebanyak 78 persen hanya karena beberapa wanita gagal mengamati lengket lendir dengan benar.


http://health.detik.com
readmore »»  

Masturbasi Itu Buat Kebutuhan atau Kesenangan?

Jakarta, Bagi pria yang belum menikah, masturbasi mungkin sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Bahkan tak sedikit pria yang sampai ketagihan melakukan kegiatan seksual tersebut hingga beberapa kali dalam sehari. Untuk penyaluran kebutuhan atau kesenangan?
Masturbasi atau onani adalah cara stimulasi mandiri (self-stimulation) secara langsung pada organ genital yang meningkatkan gairah seksual untuk mencapai kenikmatan erotik dan berakhir dengan atau tanpa orgasme.
"Kata 'Masturbasi' berasal dari bahasa latin 'Manusturbo' yang artinya perabaan atau geseran dengan menggunakan tangan (manu). Dalam pengertian selanjutnya, maka penggunaan tangan itu tidak saja hanya ditujukan pada alamat kelamin, juga pada daerah erotik lainnya 'Erotic Zone'. (Hawari D., 1976)," jelas Dr. Andri Wanananda, MS, seksolog dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta.
Secara psikologi seksual, masturbasi merupakan perilaku seksual yang paling sehat. Meski bukan cara alamiah tubuh (yang alami adalah mimpi basah), namun kegiatan ini dianggap paling sehat karena tak berisiko menghamili atau dihamili, tertular infeksi menular seksual serta tak membuat seseorang menjadi impersonal sexsual.
"Masturbasi sebenarnya bukan untuk orang-orang yang desperate, yang tidak punya pasangan. Tapi masturbasi tetap harus dilakukan untuk pria yang sudah menikah juga, karena masturbasi itu seperti 'me time', waktu untuk menikmati diri sendiri. Sama seperti spa atau ke salon, masturbasi salah satu bagian dari 'me time' tersebut," jelas Zoya Amirin, M.Psi, psikolog seksual dan pengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, saat berbincang dengan detikHealth, Rabu (18/7/2012).
Masturbasi yang sehat, lanjut Zoya, bukanlah untuk memuaskan diri sendiri saat tidak memiliki pasangan seksual. Jika tujuannya demikian, maka orang tersebut bisa jadi lebih menikmati masturbasi ketimbang dengan berhubungan seksual dengan pasangan nyatanya.
Masturbasi juga bisa bikin ketagihan kalau tujuannya benar-benar hanya untuk memperoleh kepuasaan seksual.
"Masturbasi yang sehat adalah untuk mengeksplor diri kita. Kalau cewek nggak bisa orgasme, mustinya masturbasi untuk mencari spot tubuhnya. Jadi dia bisa mengarahkan pasangan musti begini saat berhubungan. Itu akan sangat membantu untuk performa secara seksual," jelas Zoya.
Namun tak banyak orang yang menyadari manfaat tersebut. Kebanyakan pria atau wanita hanya melakukan masturbasi sebagai cara pelampiasan nafsu seksual belaka. Karena dianggap mudah dan tak berisiko, maka masturbasi pun sering dianggap cara yang wajar.
"Karena itu memicu kenikmatan, begitu orang merasakan nikmat orang cenderung untuk mengulanginya," tutur Dr Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, seksolog dari RSUP Fatmawati Jakarta.
http://health.detik.com
readmore »»  

Mengapa Wanita Hamil Tak Boleh Pelihara Kucing?

Mengapa Wanita Hamil Tak Boleh Pelihara Kucing? 'Mitos' yang beredar di masyarakat Indonesia ini (atau mungkin dunia), ternyata telah menarik perhatian para peneliti. Berdasarkan hasil studi, perempuan pemilik hewan peliharaan kucing cenderung mempunyai masalah kesehatan mental dan pikiran bunuh diri.

Bila Anda perempuan yang memelihara kucing, berarti Anda perlu menyimak penelitian berikut ini.

Studi yang dilakukan peneliti dari Amerika, Denmark, Jerman, dan Swedia ini menjelaskan penyebab dari kecenderungan tersebut adalah potensi terinfeksinya perempuan pemelihara kucing dengan kuman parasit Toxoplasma gondii atau T. gondii. Infeksi parasit ini terjadi melalui kontak kotoran kucing. Selain itu memakan daging mentah atau sayuran yang tidak dicuci juga meningkatkan potensi terjadinya infeksi parasit.

Diperkirakan sekitar sepertiga populasi dunia terinfeksi dengan parasit yang tersembunyi di dalam sel otak dan otot ini. Meski terinfeksi, kerap kali hal itu tanpa disertai dengan adanya gejala yang ditimbulkan. Adanya infeksi parasit ini, yang disebut toxoplasmosis, dikaitkan dengan terjadinya penyakit mental, seperti schizophrenia atau perubahan perilaku.

Dalam studinya, peneliti melihat lebih dari 45 ribu perempuan Denmark yang melahirkan antara tahun 1992-1995. Ternyata bayi-bayi itu tidak memproduksi antibodi T. gondii sampai tiga bulan setelah mereka lahir. Adanya antibodi pada darah mereka merepresentasikan terjadinya infeksi pada ibu.

Peneliti juga mempelajari pencatatan kesehatan Denmark untuk melihat apakah ada di antara perempuan tersebut yang didiagnosis terinfeksi dan melakukan percobaan bunuh diri, termasuk kasus usaha bunuh diri dengan kekerasan seperti menggunakan senjata api, senjata tajam, dan melompat dari tempat tinggi.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa perempuan yang terinfeksi parasit T. gondii lebih cenderung 1,5 kali melakukan percobaan bunuh diri dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi. Dan risiko ini terlihat meningkat dengan meningkatnya kadar antibodi T. gondii.

“Kami tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa T. gondii menyebabkan perempuan berusaha bunuh diri, tapi kami menemukan hubungan asosiasi prediktif antara infeksi dan percobaan bunuh diri di kemudian hari yang membutuhkan studi tambahan,” kata kepala peneliti, Teodor Postolache, dari University of Maryland, Amerika.

Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online pada situs Archives of General Psychiatry. Ini adalah penelitian terbesar yang pernah dilakukan untuk melihat hubungan antara parasit T. gondii dan percobaan bunuh diri, sekaligus studi prospektif pertama untuk mendokumentasikan upaya bunuh diri yang terjadi setelah infeksi parasit diketahui.

Sumber: Tempo.co
readmore »»  

Cara Sehat Paling Murah: Menyanyi

Apakah Anda gemar menyanyi atau karaoke? Aktivitas ini tak hanya memancing efek relaksasi yang mampu mendongkrak hormon bahagia, tapi juga menjadi terapi ampuh bagi kesehatan.

Profesor Graham Welch, Kepala Pendidikan Musik di Institut Pendidikan Universitas London, mempelajari aspek medis menyanyi selama 30 tahun. "Menyanyi bermanfaat bagi kesehatan fisik dan psikologis," katanya, dikutip heartresearch.org.uk.

Bagi kesehatan fisik, menyanyi merupakan aktivitas aerobik yang dapat meningkatkan aliran oksigen dalam darah, dan melatih kelompok otot tubuh bagian atas. Bagi psikologis, menyanyi membantu mengurangi tingkat stres.

Menyanyi dianggap sebagai cara yang bagus untuk menjaga kebugaran tubuh karena melatih aktivitas paru-paru dan hati. Menyanyi juga merangsang produksi hormon endorfin yang memancing perasaan bahagia.

Dikutip harian Telegraph, Profesor Takeshi Tanigawa dari Ehime Graduate School University of Medicine, Jepang, menambahkan bahwa menyanyi mengaktifkan pernapasan bagian dalam, di mana kondisi ini baik untuk sistem saraf.

Tidak harus mengasah diri menjadi seorang penyanyi profesional untuk merasakan hidup lebih berkualitas. Yang penting, Anda mengetahui teknik menyanyi yang baik, yakni dengan suara perut dan tarikan napas stabil.

Selain menyanyi, mendengarkan musik juga bisa menjadi terapi kesehatan. Studi yang dipublikasikan Jurnal Arthritis Care dan Research menunjukkan bahwa mendengarkan musik efektif mengurangi tekanan darah. Musik bisa menenangkan pasien sebelum operasi, mengurangi stres dan kecemasan.

Itu semua memperkuat bukti medis bahwa musik, termasuk karaoke, memiliki efek terapi potensial yang bermanfaat bagi kesehatan. (eh)
• VIVAlife
readmore »»  

Dampak Negatif Tidur Berlebihan (Oversleeping)

Kita tahu bahwa sulit tidur atau yang biasa disebut insomnia tidak baik untuk kesehatan. Begitu juga dengan "lawannya", yakni oversleeping (kelebihan tidur) atau hipersomnia, ternyata juga tak kalah buruk untuk tubuh.
Meskipun tidur merupakan kegiatan yang harus terpenuhi untuk membantu proses peremajaan tubuh, jika dilakukan berlebihan, hal itu akan memberikan dampak negatif untuk kesehatan. Para pakar pun menganjurkan untuk tidak tidur lebih dari sembilan jam tiap malam.
Apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab oversleeping atau hipersomnia?
  • Sleep apnea.
    Jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama 10 jam. Gangguan pernapasan mulai terjadi karena dinding tenggorokan cenderung berhenti beraktivitas, sementara individu sedang dalam kondisi bersantai (tidur). Akibatnya, aliran udara di dalam tubuh berhenti dan seketika individu tersebut terbangun untuk bernapas.
  • Narcolepsy.
    Masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Narcolepsy memengaruhi bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Penderita (narcolepsy) gagal untuk mengidentifikasi dan membedakan waktu tidur dengan waktu untuk tetap terjaga. Penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja.
  • Stres dan depresi.
    Dua hal ini memang harus dihindari karena dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan jiwa, juga mental, tak terkecuali oversleeping.
  • Kelelahan.
    Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, kehamilan, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. Ketika merasa lelah, Anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba agar segar kembali.
Dan berikut ini adalah dampak negatif akibat kelebihan tidur (oversleeping) :

  1. Diabetes.
    Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malamnya memiliki resiko 50 persen lebih besar terkena diabetes dibandingkan dengan mereka yang hanya tidur selama tujuh jam setiap malamnya. Penelitian juga menemukan, oversleeping dapat mengindikasikan gangguan medis yang meningkatkan kemungkinan pengaruh diabetes.
  2. Obesitas.
    Mereka yang tidur selama 9 – 10 jam setiap malam, berpeluang 21 persen mengalami obesitas daripada mereka yang hanya tidur selama 7 – 8 jam.
  3. Sakit jantung.
    Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang tidur selama 9 – 11 jam setiap malam, memiliki peluang sebanyak 38 persen terkena penyakit jantung koroner.
  4. Sakit kepala.
    Para peneliti meyakini, sakit kepala bisa juga dampak dari oversleeping. Mereka yang tidur terlalu lama pada siang hari mengalami gangguan ketika hendak tidur malam harinya sehingga menimbulkan sakit kepala pada keesokan harinya.
  5. Nyeri punggung.
    Ketika anda berbaring di tempat tidur selama berjam-jam, seringkali timbul nyeri pada punggung. Orang yang menderita sakit punggung atau rentan terhadap penyakit punggung pun dianjurkan oleh dokter untuk tetap aktif bergerak, bukannya sering berbaring atau tiduran.
  6. Kematian.
    Beberapa penelitian menemukan, orang yang tidur sembilan jam atau lebih tiap malam, memiliki tingkat kematian lebih tinggi daripada mereka yang tidur selama tujuh hingga delapan jam setiap malamnya. Para peneliti berspekulasi, depresi dan rendahnya status sosial ekonomi (jika dikaitkan dengan oversleeping) dapat dihubungkan dengan meningkatnya angka kematian.
 http://eruelbeliever.blogspot.com/2012/07/dampak-negatif-akibat-tidur-berlebihan.html
readmore »»  

Awas! Payudara Semakin Besar Semakin Beracun

Ladies, banggakah kalian dengan ukuran payudara yang besar? Peneliti Amerika justru memperingatkan bahwa semakin besar payudara maka semakin tinggi risiko kanker payudaranya.

Biasanya, ukuran payudara wanita akan semakin membesar sesuai dengan pertambahan usia. Namun, sebagian wanita justru mengalami perubahan ukuran cup bra karena kenaikan berat badan yang berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara setelah menopause.

Payudara yang lebih besar menempatkan perempuan pada paparan polutan yang lebih tinggi karena badan menyimpan bahan kimia beracun di jaringan lemak.

Semakin besar ukuran cup bra, maka semakin besar jaringan lemak untuk menyimpan bahan kimia beracun, seperti merkuri dan polychlorinated biphenyls (PCBs).

Parahnya, banyak wanita yang tak sadar mengenai hal ini. Peneliti memperingatkan b`hwa bahan kimia beracun tersebut yang disimpan dalam jaringan payudara bisa ditransfer kepada anak melalui menyusui ASI.

"Menyusui ternyata merupakan cara yang sangat efisien untuk mentransfer limbah industri masyarakat ke generasi berikutnya. Payudara kita menyerap polusi dan membawa beban kesalahan yang telah kita buat," ungkap Florence William, penulis buku "Breasts: A Natural and Unnatural History", seperti dilansir melalui Medicaldaily (11/6).

Kanker payudara tak hanya mengancam para wanita berusia matang, namun juga para ABG putri. Kebanyakan anak perempuan jaman sekarang mengalami masa puber jauh lebih dini dibanding di era ibunya. Puberitas dini dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker payudara.

 http://www.mrcoppas.com
readmore »»  

Waspadai Bahaya Tidur Sambil Mendengarkan Musik


Beberapa diantara kita punya kebiasaan tidur sambil nyalakan TV, Laptop, dan atau pakai headset. Taukah anda bahwa kebiasaan itu sangat berbahaya?

Tidur merupakan kebutuhan alami manusia. Dengan tidur yang berkualitas, metabolisme tubuh ditata kembali. Kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi mengganti sel-sel tubuh yang mati.

Nah tahukah Anda, bagaimana cara mendapatkantidur yang baik dan berkualitas?

Salah satu caranya adalah dengan memadamkan lampu di waktu tidur normal (9 malam hingga 8 pagi) demi mendapatkan hormon melatonin secara maksimal.

Hormon Melatonin

Adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02.00 – 04.00 dan paling rendah di sore hari. Ini juga menjawab kenapa orang semakin bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena secara alamiah, produksi hormonmelatonin ini juga akan mengalami penurunan,sejalan dengan pertambahan usia manusia.Penurunan yang drastis biasanya terjadi sekitarusia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan sering berefek pada kesulitan tidur.

Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin.

Memang, ada sebagian orang yang merasa tidak nyaman, atau bahkan tidak dapat tidur pada kondisi gelap. Namun jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini perlu diperhatikan juga. Antara lain dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Matikan Televisi dan Musik

Kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik, ataumenonton televisi sampai tertidur, ataumembiarkan lampu di ruangan menyala terang,memang sulit dihilangkan dan menurut sebagianorang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur.Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress) Bahkan ada yang merasa seperti tidak tidur semalaman.

Penjelasannya :
Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun,yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh.

Pada malam hari, seiring menurunnya aktivitas tubuh, ritme gelombang otak pun mengalamipenurunan. Namun apabila kita tidur sambilmendengarkan musik, televisi dalam keadaanhidup atau lampu ruangan sedang menyala terang,maka gelombang suara atau cahaya yangdipancarkan oleh peralatan tersebut tetap diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan kita.Gelombang suara diterima oleh alat pendengaran di dalam telinga dan gelombang cahaya tetap dapat menembus kelopak mata dan diterima oleh retinadan lensa mata. Gelombang-gelombang tersebutakan diteruskan ke otak kita. Otak yang harusnya beristirahat akan kembali terangsang untuk bekerjadan mengolah informasi yang masuk.

Apabila hal ini berlangsung sepanjang malam,berarti kita hanya tidur menurut tubuh luar, tetapi tidak menurut otak. Otak akan terus bekerja mengolah informasi yang masuk tersebut. Jadi jangan biarkan otak Anda kelelahan karena harus tetap bekerja pada malam hari, sedangkan di siang hari otak juga akan diperas oleh kegiatan rutin kita.

Demikianlah artikel kesehatan dari saya....
Semoga bisa bermanfaat unuk meningkatkan kesehatan sobat semua....

http://zamrudhijau.blogspot.com/2012/06/bahaya-tidur-sambil-mendengarkan-musik.html#ixzz1xvl42kMd
readmore »»  

Gosok Gigi dengan Jari Ternyata Banyak Manfaatnya!


Tahukah Anda sobat...? Menggosok gigi dengan jari ternyata banyak manfaatnya loh... Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan oleh University of Gothenburg terhadap beberapa sukarelawan untuk mencari efek positif dan negatif menggosok gigi dengan jari.

Sebuah tim dari University of Gothenburg, Swedia, menemukan teknik cepat untuk menurunkan risiko terjadinya gigi berongga. Ketua peneliti, Dr. Anna Nordstrom, mengatakan, “Menggosokkan pasta gigi dengan jari Anda meningkatkan perlindungan fluorida hingga 400 persen.”

Para peneliti mengetes efek dari pasta gigi berkadar fluorida tinggi yang bisa diperoleh tanpa resep di Swedia. Mereka meminta 16 relawan untuk menggosok gigi beberapa kali sehari dan juga mengetes teknis menggosok gigi dengan jari.

Menurut Dr. Nordstrom, metode "pijat" (gosok gigi dengan jari) ini terbukti seefektif tiga kali menggosok gigi dengan sikat dalam meningkatkan jumlah fluorida di dalam mulut. “Menggosokkan pasta gigi dengan merupakan cara paling mudah untuk ‘menembakkan’ fluorida selama sehari, misalnya setelah makan siang,” kata dia seperti dikutip Daily Mail. Namun, ia menambahkan, cara ini tidak bisa menggantikan kebiasaan menggosok gigi dengan sikat gigi berpasta gigi pada pagi dan sore hari. “Ini adalah ekstra, tambahan,” kata Dr. Nordstrom.

Ia menambahkan bahwa orang sebaiknya menghindari membersihkan pasta gigi mereka dengan air setelah menggosok gigi. Fluorida adalah mineral alami yang mencegah kerusakan dengan memperkuat perlindungan enamel yang melapisi gigi. Namun hanya 10 persen air di Inggris yang mengandung fluorida dibandingkan di Amerika yang kandungannya mencapai 60 persen.

Peneliti ini bahkan juga yakin membiarkan fluorida di gigi tanpa dibasuh itu tak berbahaya. Pandangan itu berlawanan dengan keyakinan bahwa fluorida bisa meningkatkan risiko kesehatan, bahkan bisa meningkatkan risiko kanker tulang pada anak-anak lelaki. Namun British Dental Association mengatakan, fluoridasasi adalah cara aman dan efektif untuk mengurangi tambalan dan pencabutan gigi.

Penelitian terbaru ini disampaikan hanya sehari setelah para ilmuwan mengungkapkan bahwa gagal menggosok gigi dengan benar bisa menyebabkan masalah jantung yang fatal. Menurut Brstol University, bakteri yang berkeliaran di mulut bisa menyebabkan penggumpalan darah yang membahayakan jiwa melalui gusi berdarah yang memicu endokarditis.

http://www.menjelma.com
readmore »»  

Enam Penyakit Yang Menular Melalui Ciuman


Adegan ciuman dengan pasangan saat bercinta merupakan ritual wajib untuk mengungkapkan rasa cinta dan gairah seksual kepada pasangan. tapi dibalik rutinitas itu kenali 6 penyakit menular yang melalui ciuman.
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ciuman yang sehat dapat membawa banyak manfaat untuk tubuh. Namun bila dilakukan dalam kondisi tertentu, ciuman antar pasangan justru dapat menjadi media penularan penyakit.

Meski banyak menawarkan manfaat kesehatan, namun ciuman juga dapat menjadi media penularan sejumlah virus dan bakteri penyebab penyakit. Virus dan bakteri dalam air liur atau darah dari satu orang dapat menyebar ke orang lain dengan berciuman.

Berikut beberapa penyakit yang dapat menular melalui ciuman

1. Flu dan pilek
Pilek ditularkan melalui kontak langsung dengan virus. Anda bisa terinfeksi flu dari tetesan liur atau dari kontak langsung dengan sekresi (cairan dan lendir) dari hidung dan tenggorokan orang yang terinfeksi.

2. Glandular fever atau kissing disease
Glandular fever adalah istilah umum untuk infeksi virus yang disebut infeksi mononukleosis, yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini menyebar melalui air liur dan infeksi terjadi melalui kontak.

3. Herpes
Virus yang dianggap bagian dari keluarga herpes termasuk Epstein-Barr, varicella-zoster (penyebab cacar air) dan herpes simplex (menyebabkan cold sores). Herpes simplex virus dapat menyebar melalui kontak langsung dengan virus saat berciuman.

Herpes paling mudah menyebar ke orang lain ketika lesi terbentuk atau telah meletus. Virus ini bisa 'menumpahkan' (menyebar ke orang lain) dari lokasi leci bahkan ketika herpes itu telah sembuh. Sedangkan cacar air mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung, tetesan liur atau penyebaran udara.

4. Hepatitis B
Berciuman juga dapat menularkan virus ini, meskipun darah memiliki tingkat virus lebih tinggi ketimbang air liur. Infeksi dapat terjadi ketika darah dan air liur yang terinfeksi bersentuhan langsung dengan aliran darah orang lain atau selaput lendir. Seseorang lebih mungkin terinfeksi saat berciuman jika mereka berdua memiliki luka terbuka di atau di sekitar mulut.

5. Kutil
Kutil di dalam mulut dapat menyebar melalui ciuman, terutama jika sebelumnya ada daerah yang mengalami trauma atau luka.

6. Penyakit meningokokus
Ini adalah kondisi yang berpotensi mengancam jiwa yang meliputi meningitis, radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang, dan septikemia. Bakteri ini dapat ditularkan baik melalui kontak langsung atau melalui tetesan liur.

http://riocaturs18.blogspot.com/

readmore »»  

Awas! Ternyata Cupang di Leher Bisa Sebabkan Stroke

Akibat cupangan menimbulkan memar. 
Rasanya tidak ada pernah menyangka jika ciuman atau kecupan yang merupakan salah satu simbolisasi kasih sayang ternyata menyimpan potensi bahaya untuk kesehatan.

Seperti dilansir laman healthmeup, ciuman atau kecupan di bagian leher yang menyebabkan memar kemerahan (atau biasa dikenal dengan "cupangan") bisa menyebabkan trauma fisik.

"Saat melakukab cupangan, pastinya ada hisapan disana. Hal tersebut dapat menyebabkan trauma dan sedikit memar dalam pembuluh darah. Setidaknya ada gumpalan pada bagian arteri yang bisa membahayakan kesehatan," papar Tedy Wu, seorang dokter yang melakukan penelitian terhadap hal tersebut.

Menurut sokter Wu, adanya memar kemerahan akibat kecupan yang disertai gerakan menyedot bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian arteri utama yang memicu munculnya gumpalan darah.

"Jika gumpalan tersebut terbawa sampai ke jantung, maka hal tersebut dapat menyebabkan hadirnya risiko stroke ringan yang terwujud dalam kekakuan separuh bagian tubuh," pungkasnya.

http://www.beritasatu.com
readmore »»  

Dari Tahun ke Tahun, Ukuran Payudara Wanita Makin Besar dan Beracun

Jakarta, Dari tahun ke tahun, ukuran payudara wanita semakin besar. Bagi penampilan mungkin ini adalah hal yang baik. Tapi bagi kesehatan justru bisa berbahaya. Kecenderungan naiknya ukuran payudara ini diduga berkontribusi terhadap tingginya angka kanker payudara saat ini dan di masa mendatang.

"Payudara pada anak perempuan tumbuh semakin dini dibandingkan sebelumnya dalam sejarah. Artinya, kondisi biologis payudara berubah-ubah dan tidak menjadi lebih baik. Payudara wanita membesar seiring dengan ukuran lingkar pinggangnya," kata Florence William, penulis buku 'Breasts: A Natural and Unnatural History' seperti dilansir Daily Mail, Jumat (8/6/2012).

Di Amerika Serikat, ukuran bra rata-rata telah meningkat dari 34B menjadi 36C hanya dalam kurun waktu satu generasi. Perubahan ini dianggap mengkhawatirkan karena kenaikan berat badan berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara selepas menopause.

Para gadis juga mencapai pubertas lebih dini dibandingkan sebelumnya. Faktor pubertas dini ini juga diketahui meningkatkan risiko kanker payudara. Menurut sebuah penelitian tahun 2010, sekitar 15 persen dari semua gadis di Amerika Serikat mulai tumbuh payudaranya sejak usia 7 tahun.

Jaringan payudara saat ini juga lebih rentan tercemar dan menyimpan berbagai jenis polutan. Bahan kimia seperti PCB dan merkuri disimpan dalam jaringan lemak dan pada perempuan cenderung berakhir di payudara serta ASI.

"Menyusui ternyata merupakan cara yang sangat efisien untuk mentransfer limbah industri masyarakat kita ke generasi berikutnya. Payudara kita menyerap polusi dan membawa beban kesalahan yang telah kita buat," kata William.

William juga pernah memeriksa sampel ASI-nya sendiri untuk dianalisis. Ternyata, ASI-nya mengandung perklorat, yaitu suatu zat dalam bahan bakar jet, serta bahan kimia penahan api pada tingkat 10 - 100 kali lebih tinggi dibandingkan wanita di Eropa.

Padahal selama ini menyusui anak dipercaya sangat bermanfaat bagi otak, tubuh dan sistem kekebalan tubuh bayi. Tapi racun industri banyak yang bertahan dalam tubuh wanita dan anak-anaknya selama bertahun-tahun. Jumlah tersebut cukup lama dan cukup banyak untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.

Meskipun demikian, polutan tersebut sampai saat ini belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung kanker payudara atau gangguan kesehatan yang berkaitan dengan payudara. Namun kecenderungan naiknya kasus kanker payudara agaknya bisa dijadikan sebagai suatu tanda bahaya.

Angka kejadian kanker payudara meningkat 2 kali lipat sejak tahun 1940 dengan perbandingan 1 dari 8 wanita memiliki kanker payudara dalam hidupnya. Bukti bahwa payudara berkembang dan berubah sampai trimester terakhir kehamilan agaknya membantu menjelaskan mengapa payduara adalah organ yang rentan terhadap perubahan dari lingkungan.

"Tubuh kita erat dengan dunia di sekitar kita. Jika kita hidup dalam lingkungan yang penuh dengan polusi, hal ini akan mempengaruhi kesehatan kita," pungkas William.

http://health.detik.com
readmore »»  

'Kutu Super' Gonorea, Penyakit Mematikan Baru Akibat Seks Bebas

JAKARTA -- Selain virus HIV/AIDS, selama ini kita mengenal 'Raja Singa' sebagai salah satu penyakit mematikan akibat seks bebas. Tapi kini, ada penyakit baru yang tak kalah berbahaya dari dua penyakit tersebut. Para ilmuwan menyebutnya 'Kutu Super' gonorea.

Ironisnya, penyakit tersebut tahan terhadap obat. Penyebarannya pun sudah melanda seluruh dunia. Menurut laporan lembaga kesehatan PBB, jutaan pasien mungkin tidak terobati kecuali para dokter menemukan dan mengobatinya lebih dini.

Para ilmuwan melaporkan temuan satu rangkaian 'Kutu Super' gonorea di Jepang pada 2008 lalu. Rangkaian penyakit kelamin tersebut tahan terhadap antibiotik.

Saat itu, para ilmuwan memperingatkan penyakit 'Kutu Super' genorea dapat mengubah infeksi yang dulu mudah diobati menjadi ancaman kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, kekhawatiran itu sekarang jadi kenyataan.

Banyak negara di dunia, termasuk Australia, Prancis, Norwegia, Swedia dan Inggris melaporkan kasus penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks tersebut, tahan terhadap antibiotik cephalosporin. Padahal, obat itu biasanya menjadi pilihan terakhir untuk menjinakkan gonorea.

"Gonorea menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat," kata Manjula Lusti-Narasimhan, dari Departemen Penelitian dan Kesehatan Reproduksi di WHO, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (6/6).

Narasimhan mengatakan, lebih dari 106 juta orang baru terinfeksi penyakit itu setiap tahun. "Organisme itu adalah apa yang kami sebut sebagai 'Kutu Super', dan telah mengembangkan ketahanan terhadap setiap klas antibiotik yang ada," kata ilmuwan wanita tersebut dalam pertemuan di Jenewa, Swiss.

"Jika infeksi gonorea tak diobati, dampak kesehatannya penting."

Gonorea adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui hubungan seks, yang jika dibiarkan dan tak diobati dapat mengarah kepada penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, bayi meninggal saat dilahirkan. Selain itu, penyakit tersebut bisa menyebabkan infeksi mata parah pada bayi, dan ketidak-suburan pada lelaki dan perempuan.

WHO menyerukan masyarakat dunia meningkatkan kewaspadaan mengenai penggunaan antibiotik secara benar. Penelitian lebih lanjut mengenai pengobatan alternatif bagi apa yang disebut infeksi gonorea juga harus diperhatikan.

Kemunculan rangkaian gonorea 'Kutu Super' disebabkan akses yang tak diatur ke antibiotik dan penggunaan antibiotik secara berlebihan. Sehingga, memberi bahan bakar bagi mutasi genetika alamiah pada bakteri itu.

http://www.republika.co.id
readmore »»  

Kenali 7 Tipe Dokter yang Harus Anda Waspadai


Jakarta, Apa bedanya scan PET dan CAT? Apa bedanya antibiotik dan antidepresan? Sebagai orang awam, tentu Anda menyerahkan hal-hal semacam itu kepada profesional seperti dokter maupun farmasis.

Faktanya, 70 persen orang Amerika Serikat mengaku pasrah dan percaya begitu saja pada dokter pribadinya, bahkan orang-orang Amerika cenderung tidak menelaah saran dokternya atau mencari pendapat kedua.

Namun studi ini mengungkapkan bahwa ternyata Anda cukup pintar untuk menutup mata terhadap perawatan kesehatan Anda sendiri. Kini para dokter pun membebankan banyak hal pada pasien-pasiennya.

Rata-rata keluarga di AS menjumpai dokternya 20 kali sehari yang bisa mendorong adanya kunjungan yang tergesa-gesa dan kesalahan dokter yang tidak disengaja. Bahkan para dokter bisa saja bertanggung jawab terhadap perilaku kesehatan Anda yang buruk.

Oleh karena itu, Anda tak boleh berdiam diri saja. Untuk melindungi diri Anda sendiri, simak 7 tipe dokter yang harus Anda waspadai seperti dilansir dari MSNBC, Senin (4/6/2012) di bawah ini.

1. Dokter yang Suka Bikin Resep Panjang-Panjang
17 menit merupakan waktu rata-rata yang diperlukan dokter untuk mendengarkan keluhan Anda, mendiagnosis dan menuliskan resep obat untuk pasiennya. Jadi tidak mengherankan jika ada sejumlah dokter 'nakal' yang memanfaatkan resep obat untuk mendapatkan keuntungan.

Faktanya, dalam kurun waktu 1999-2009, jumlah resep yang ditulis dokter meningkat sebesar 39 persen padahal mungkin obat-obatan yang diresepkan tidak begitu diperlukan oleh pasien. Menurut data dari American Journal of Public Health, jumlah resep pil tidur telah meningkat 21 kali lebih cepat daripada jumlah keluhan kurang tidur yang dialami pasien.

Daripada begitu, lebih baik carilah sendiri beberapa metode untuk membantu Anda tidur lebih baik. Sayangnya, banyak pasien yang memilih untuk meminta resep pada dokter daripada mencari alternatif lewat internet, misalnya.

Cara mengatasinya: Sebelum mengonsumsi obat apapun, sebaiknya Anda tanyakan 3 hal ini kepada dokter Anda: Adakah alternatif selain obat yang bisa saya pakai dulu? Mengapa Anda memilih obat ini dibanding lainnya? Apa pro dan kontra menggunakan obat ini?

Jika dokter Anda mengabaikan ketiga pertanyaan di atas, itu saatnya Anda mencari dokter baru. Cek pula kemungkinan dokter pribadi Anda telah menerima suap dari sebuah perusahaan farmasi untuk memasok obat-obatan tertentu.

2. Dokter yang Kurang Tidur
Sebelum terbang, seorang pilot saja diharuskan untuk tidur sedikitnya 10 jam namun tidak ada pengaturan semacam ini bagi dokter yang juga bertanggung jawab terhadap beberapa nyawa di tangannya, bahkan seringkali mendapatkan giliran jaga selama 24 jam.

Padahal dokter yang kurang tidur memiliki dampak yang menakutkan. Misalnya seorang dokter bedah yang tidurnya kurang dari 6 jam di malam hari sebelum melakukan sebuah prosedur operasi akan menghadapi komplikasi pada operasinya dua kali lipat lebih banyak daripada rekan-rekannya yang beristirahat dengan cukup. Hal ini diungkapkan dalam Journal of the American Medical Association.

Dokter umum juga berisiko: dokumen yang harus ditangani oleh dokter dengan jumlah pasien yang besar akan membuatnya terus terjaga atau terlambat tidur dan berpotensi mengaburkan penilaian atau diagnosisnya keesokan harinya, ujar Charles Christopher Landrigan, M.D., direktur Sleep and Patient Safety Program, Brigham and Women's Hospital di Boston.

Cara mengatasinya: "Pasien berhak menanyakan kepada dokter apakah ia mendapatkan tidur yang cukup, terutama sebelum melakukan operasi," kata Landrigan. Ketika Anda akan menjalani operasi, tanyakan tentang jadwal dokter Anda dan pilih tanggal operasi yang berjauhan dengan giliran jaga panjangnya dimulai.

Kalau tidak, Anda juga bisa meminta operasi dilaksanakan pada pagi hari sebelum sang dokter kelelahan menangani pasien seharian penuh. Begitu juga bila Anda mendadak masuk UGD dan dokter Anda sangat sibuk, mintalah dokter lainnya untuk melihat kondisi Anda.

3. Dokter yang Berat Sebelah atau Tidak Netral
Sama halnya dengan orang-orang pada umumnya, seorang dokter juga bisa menghakimi sesuatu. Masalahnya, prasangka seorang dokter bisa mempengaruhi kesehatan Anda. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Law, Medicine & Ethics menemukan bahwa wanita yang memiliki gejala-gejala yang sama dengan pria cenderung tidak mendapatkan perawatan yang tepat karena dokternya biasanya berasumsi bahwa pasiennya melebih-lebihkan keluhan sakitnya.

Cara mengatasinya: Semua dokter seharusnya melihat dulu kondisi pasien dan mengesampingkan prasangkanya, ujar Richard Klein, M.D., penulis buku Surviving Your Doctors: Why the Medical System Is Dangerous to Your Health and How to Get Through It Alive.

Jika dokter menawab pertanyaan Anda dengan pernyataan-pernyataan umum misal "Oh, normal bagi wanita untuk merasa terlalu emosional" maka carilah dokter baru, tambah Klein.

Namun jika Anda merasa kurang beruntung dengan dokter pria, cobalah memakai jasa dokter wanita. Dokter wanita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien hingga membangun hubungan kemitraan yang baik dengan pasien.

"Dokter wanita mungkin bisa mengenal pasien lebih baik sehingga dapat mengurangi sikapnya yang berat sebelah," kata Debra Roter, D.P.H. dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

4. Dokter Genit
Hubungan romantis antara dokter dan pasien merupakan hal yang sangat dilarang dalam dunia medis. Meski begitu, beberapa dokter akan menggunakan kekuatannya untuk melakukan hal-hal semacam itu (seperti halnya dilaporkan pada bulan Maret 2012, seorang dokter bedah dari Pennsylvania didenda 5.000 US dollar dan ijin praktiknya dicabut setelah tidur dengan salah seorang pasiennya).

Untuk memberikan perawatan yang terbaik, seorang dokter harus obyektif. Lagipula, "pasien harus merasa nyaman agar bisa jujur kepada dokternya, terutama tentang gejala-gejala yang menurutnya tak menarik padahal bisa saja itu berdampak signifikan," ungkap Pamela F. Gallin, M.D., penulis buku How to Survive Your Doctor's Care. Jika Anda bermaksud menggoda dokter Anda, Anda takkan menanyakan hal-hal yang Anda anggap memalukan.

Cara mengatasinya: Tak peduli seberapa menariknya dokter itu di mata Anda, ingatlah bahwa dokter tak boleh naksir pasiennya. Bahkan jika dokter itu hanya memberi godaan-godaan ringan pada Anda, lebih baik Anda mencari dokter baru. Begitu pula dengan perawat.

5. Dokter yang Suka Berbohong
Menurut sebuah studi baru di Health Affairs, lebih dari 50 persen dokter mengakui telah memberikan prognosis yang buruk. Yang lebih buruk lagi 11 persen diantaranya mengaku pernah berbohong pada pasien.

Sedangkan lebih dari sepertiga dokter tidak merasa perlu untuk mengungkapkan semua kesalahan medis yang serius kepada pasien. Bahkan jika sebenarnya ia bermaksud baik, seorang dokter tak seharusnya menyembunyikan kebenaran kepada Anda yang sebenarnya perlu diketahui pasien, ujar Rosalyn Stewart, M.D., profesor kedokteran di Johns Hopkins University.

Cara mengatasinya: Anda tak bisa selalu mengatakan seorang dokter itu jujur atau tidak, namun Anda bisa mengecek diagnosisnya dengan mencari opini kedua, lanjut Stewart. Catat seluruh jenis pengobatan yang pernah Anda pakai, gejala-gejala sakit yang pernah Anda alami dan respon dokter terhadap kondisi Anda itu.

Jika sarannya berubah-ubah, bisa jadi dia sedang berusaha menutupi suatu kesalahan. Jika naluri Anda mengatakan ada sesuatu yang salah, katakan, "Saya tidak mengerti. Bisakah kita melakukan diagnosis lagi?"

6. Dokter yang Ketinggalan Jaman
Beberapa pasien berasumsi bahwa dokter yang usianya sudah lanjut memiliki wawasan yang lebih banyak. Namun hal itu tak sepenuhnya benar menurut Annals of Internal Medicine. Peneliti menemukan bahwa biasanya semakin lama seorang dokter telah berpraktik, semakin sedikit dia tahu tentang berbagai diagnosis dan tes pemindaian terbaru dalam dunia medis. Hal ini berujung pada semakin kecil kemungkinannya untuk mematuhi standar layanan kesehatan yang baik.

Studi ini juga menemukan bahwa pasien yang ditangani dokter bedah jantung yang lebih tua memiliki risiko kematian lebih tinggi, hal ini bisa terjadi karena dokter-dokter itu tidak menggunakan prosedur kesehatan terbaru yang bisa menyelamatkan nyawa pasiennya.

Cara mengatasinya: Dokter yang baru lulus biasanya lebih update dengan teknologi medis terbaru. "Jika Anda memerlukan prosedur operasi yang melibatkan laproskop, robot atau teknik baru lainnya, dokter yang baru saja menyelesaikan pelatihannya bisa jadi andalan Anda," ungkap Janet Pregler, M.D., direktur Iris Cantor-UCLA Women's Health Center.

Meski begitu, secara umum dokter yang tengah berada di puncak karir memiliki keseimbangan yang bagus antara wawasan terbaru dan pengalaman kerja. Anda bisa dengan mudah menemukan dokter semacam ini di rumah sakit di kota Anda, tambah Gallin. Namun jangan begitu saja meninggalkan dokter Anda yang tua jika memang dia selalu up-to-date.

7. Dokter yang Melanggar Privasi Anda
Dokter yang sering menggunakan internet akan cenderung melakukan pelanggaran etika dokternya lewat media online tersebut. Hal ini diungkap Harvard Review of Psychiatry. Tak masalah jika dokter untuk memastikan diagnosis dan perawatan yang akan diberikan pada pasiennya dari internet, namun tidak etis jika para dokter melakukan hal-hal lebih dari itu.

Hal inipun bisa menjadi berisiko ketika dokter-dokter itu mencari info tentang pasien yang bersifat personal. Misalnya jika terapis Anda mengetahui siapa kekasih Anda atau pandangan politik Anda, maka itu bisa saja mempengaruhi keputusannya.

Cara mengatasinya: "Ingat, ada perlindungan dalam formalitas," kata Gallin. Anda ingin mendapatkan perawatan kesehatan berdasarkan fakta klinis Anda, bukannya foto-foto pesta Anda yang terpajang di Facebook. Batasi akses ke akun sosial media Anda dan lindungi album foto Anda agar tak mudah diakses.

Jangan lupa untuk terus memantau perilaku dokter Anda yang mungkin saja membocorkan sesuatu yang tidak Anda katakan kepadanya. Tentu saja Anda juga dilarang untuk mengikuti kehidupan virtualnya.


http://health.detik.com
readmore »»